Kepribadian Seseorang yang Menyukai Warna Ungu
Posted on in Gaya, Psikologi | 0 Comments
informasitips.com Bagi Anda si penyuka ungu, semua sifat di bawah ini bisa saja Anda miliki, meski tak terlepas kemungkinan juga hanya ada sedikit atau mungkin satu hal saja yang sesuai dengan karakter Anda yang menyukai warna unguSecara umum, sifat negatif dari penyuka ungu akan lebih besar muncul ketika berada dalam keadaan stres. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari keadaan yang bisa mengundang Anda untuk mengalami stres.Berikut ini adalah beberapa ciri yang seringkali dikaitkan dengan mereka yang menyukai warna ungu:
1. Mereka yang menyukai warna ungu memiliki sifat sensitif dan welas asih. Sifat merasa iba dan kasihan yang dimiliki penyuka ungu merupakan salah satu karakteristik mereka yang menonjol.
2. Penyuka warna ungu adalah orang yang pengertian dan tak segan untuk memberikan dukungannya kepada siapapun. Bisa dibilang, mereka lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya, sehingga dia tak segan-segan untuk menolong siapapun yang membutuhkannya. Namun, kebikannya itu kerap dimanfaatkan oleh orang lain yang ingin mengambil keuntungan darinya.
3. Memiliki pribadi yang damai dan menenangkan. Hal itu membuatnya memiliki daya pikat tersendiri bagi orang-orang di sekitarnya.
4. Cenderung lebih bersikap introvert daripada ekstrovert, sehingga seringkali seseorang menganggap si penyuka ungu adalah pribadi yang pemalu, padahal introvert tidak sama dengan pemalu.
5. Mampu membuat orang lain terinspirasi dengan daya pikirnya yang kreatif dan kemampuannya dalam meng”iklan”kan dirinya secara positif. Oleh karena itu, tidak sulit bagi penyuka ungu untuk disukai oleh orang lain.
6. Pribadi yang sensitif, meski begitu dia enggan untuk menunjukkan sisi sensitifnya kepada orang lain.
7. Karena pribadinya yang kreatif, si penyuka ungu tidak menyukai
sesuatu yang terkesan kuno. Dia menyukai kegiatan berkreasi dan ingin
mengusahakan sendiri segala sesuatunya yang terkait langsung dengan
dirinya, misal menghias rumah sendiri.8. Pribadi yang menyukai ungu termasuk ke dalam pribadi yang spiritual. Baginya, pemenuhan kebutuhan spiritual sangat penting untuk hidupnya. Melalui agama, dia berusaha mencari arti hidup.
9. Sungguh beruntung mereka yang memiliki kawan yang menyukai warna ungu, karena si penyuka ungu tidak segan-segan memberikan apapun kepada temannya atau kepada siapapun yang dia rasa butuh untuk ditolong.
10. Merupakan sosok yang visioner dengan ambisi, mimpi serta keinginan yang tinggi untuk menolong sesama manusia serta untuk menjaga planet Bumi.
11. Menyukai travelling untuk menjelajah tempat baru dengan kebudayaan baru dan orang-orang baru.
12. Si penyuka ungu merupakan sosok yang terbilang pandai dalam menilai karakter seseorang. Dia mampu menilai secara cepat dan akurat, dan biasanya dia cenderung untuk melihat sisi terbaik pada diri setiap orang.
Selain berbagai keunggulan di atas, si penyuka ungu juga memiliki berbagai kelemahan dalam karakternya, yaitu sebagai berikut:
- Tidak suka bertanggung jawab, oleh karena itu cenderung untuk memilih tidak menjadi ketua kelompok guna menghindar dari tanggung jawab sebagai ketua.
- Sering kali kesulitan ketika menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari.
- Tidak suka berada dalam keramaian dan lebih suka untuk diperhatikan sebagai sosok individu ketimbang sebagai bagian dari sebuah kelompok.
- Kurang menghargai waktu, sehingga kerap kali telat dalam menghadiri suatu acara atau janji.
- Memiliki kelemahan dalam ber-multitasking, karena cenderung tidak fokus, suka mengalami stres hingga akhirnya kebingungan.
- Jangan heran kalau penyuka ungu kadang dapat terlihat sebagai sosok yang arogan, sehingga banyak orang yang menilainya sebagai orang yang sombong.
- Penyuka ungu dapat memiliki sikap yang egois.
Teori Brewster yang
pertama kali dikemukakan pada tahun 1831, menyederhanakan warna menjadi 4
kelompok warna yang kemudian disusun dalam lingkaran warna Brewster
(Wijanarko, 2010), yaitu:
Warna primer, warna dasar yang tidak merupakan campuran dari
warna-warna lain. Awalnya, manusia mengira bahwa warna primer terdiri
dari merah, kuning dan hijau namun dalam penelitian lebih lanjut
diketahui bahwa warna primer terdiri dari merah (seperti darah), biru
(seperti langit atau laut) dan kuning (seperti kuning telur).
Warna sekunder, pencampuran warna primer dengan proporsi 1:1.
Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran merah dan kuning, hijau
merupakan hasil campuran biru dan kuning, dan ungu merupakan hasil
campuran merah dan biru.
Warna tersier, pencampuran salah satu warna primer dengan salah satu
warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan merupakan hasil
campuran kuning dan jingga.
Warna netral, pencampuran ketiga warna primer (dasar) dalam proporsi
1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras
di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menjadi hitam.
Dalam wikipedia.org disebutkan bahwa warna ungu sebenarnya telah dikenal
sejak zaman prasejarah. Ungu diproduksi sebagai pewarna mulai
diproduksi pada awal abad 15 SM dengan menggunakan siput laut yang
dikenal siput berduri dye-murex. Proses pembuatannya sangatlah sulit dan
mahal. Ribuan siput tersebut dihancurkan cangkangnya untuk diambil
bekicotnya yang kemudian diekstraksi dan dijemur di bawah sinar matahari
sampai kemudian berwarna ungu. Inilah mengapa kemudian warna ungu
menjadi warna raja, bangsawan, pendeta dan hakim di seluruh Mediterania.
Dari sejarah tersebut kemudian warna ungu diidentikan dengan arti sihir,
misteri, sisi spiritual, bawah sadar, kreativitas, kerajaan (Morton,
2012); kerajaan, bangsawan, kemewahan, kekuasaan, ambisi, kekayaan,
martabat, kemegahan, pengabdian, perdamaian, kebanggaan, misteri,
kemandirian dan sihir (Bourn, 2011); spiritual, misteri, keagungan,
perubahan bentuk, galak, dan arogan (Kusrianto, 2009); dan lebih banyak
arti lain lagi dibandingkan warna lainnya.
Tak heran jika kemudian beberapa perusahaan menggunakan warna ungu
sebagai warna dasarnya. Yahoo! sebagai salah satu merek global
menggunakan warna ungu untuk membangkitkan emosi kekuasaan, keberanian
dan bahkan sedikit misteri untuk mendorong respon kegembiraan dalam
menggunakan layanan online mereka. BenQ sebagai perusahaan teknologi
yang memproduksi monitor, proyektor dan layar lainnya menggunakan warna
ungu dalam logonya untuk menunjukkan unsur kualitas dan mewah. Syfy
sebagai stasiun televisi fiksi ilmiah, menggunakan ungu untuk menegaskan
arti misteri dan sensualitas (Sabin, 2014). Di Indonesia adalah Bank
Muamalat yang terkenal dengan warna ungu sebagai warna perusahaannya.
Ini untuk menegaskan visi menjadi bank syariah utama di Indonesia,
dominan di pasar spiritual, dikagumi di pasar rasional. Perum Percetakan
Uang Republik Indonesia (Peruri) pun memilih warna ungu untuk memberi
makna akan keanggunan yang diharapkan menanamkan jiwa bahwa Perum Peruri
menjadi pencetak sekuriti yang terpercaya dan dapat diandalkan. Dan
tentunya grup band Ungu yang menggunakan kata dan warna ungu dengan
alasan sederhana, agar penggemarnya gampang dan mudah mengingat namanya!
1419657732167811522
1419657732167811522
Namun, sebagaimana warna yang memiliki variasi arti bagi sebagian orang
yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama,
lingkungan alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan
menentukan pesan utama dan emosi yang ingin disampaikan (Daniel Zeevi,
2013). Di Inggris, Italia, Thailand dan Brazil, warna ungu merupakan
warna berkabung atau kematian (Morton, 2012). Dalam agama Kristen, ungu
dikaitkan dengan Advent dan Prapaskah. Suku Asli Amerika mengartikan
ungu mewakili kebijaksanaan, penyembuhan dan rasa syukur. Di Jepang,
ungu menandakan kekayaan dan kekuasaan. Di Ukraina dalam tradisi
mewarnai telur, ungu menandakan iman, kesabaran dan kepercayaan. Di
Mesir, ungu dianggap kebajikan dan keyakinan (Williams, 2008). Di
Indonesia sendiri, persepsi warna ungu dipercaya sebagai warna janda,
karena melambangkan kedukaan dan penderitaan, dan dianggap memberi
pertanda buruk bagi wanita yang memakainya (Astuti, 2013).
Dalam Terapi Warna, deeptrancenow.com mengutip Leonardo da Vinci
menyatakan bahwa kekuatan meditasi akan meningkat sepuluh kali lipat di
bawah sinar lembut ungu seperti yang ditemukan di jendela gereja.
Sementara menurut holisticonline.com, ungu dianggap sebagai warna
getaran tinggi sehingga memiliki kemampuan untuk pemurnian sehingga
sangat baik digunakan saat detoksifikasi dan dapat merangsang aktivitas
vena dalam tubuh yang baik mengurangi sakit kepala. Namun karena
sifatnya yang getaran tinggi, ketika penggunaan warna ungu yang
terlampau berlebihan akan memperburuk depresi karena emosi yang
tertahan, khususnya marah.
* * * * *
Di Kabupaten Paser, penggunaan warna ungu ditetapkan melalui Peraturan
Bupati No. 48 Tahun 2013, Pasal 3, menyatakan warna ungu sebagai bagian
dari Khazanah Lokal Paser diartikan sebagai berikut:
sebagai penambah/pelengkap ragam/corak warna sebelumnya yang telah
menjadi ciri khas daerah Paser dan bukan untuk menghilangkannya;
dapat menginspirasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk
menggunakan warna ungu atau mengkombinasikan dengan warna lainnya dalam
hal kerajinan lokal daerah, pentas seni budaya dan event-event lainnya;
dan
untuk memperindah situasi kantor, mengurangi kejenuhan, kesan
birokrasi yang kaku serta mendororong semangat dan situasi kerja yang
dinamis, warna ungu dapat digunakan atau dikombinasikan dengan warna
putih atas sarana prasaran pada SKPD maupun UPTD di lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Paser, sepanjang tidak bertentangan dengan
ketentuan Peraturan Perundangan diatasnya.
Lebih lanjut kemudian di Pasal 4 dijelaskan bahwa makna warna ungu
adalah :
warna ungu yang tenang, anggun dan hangat mengekspresikan Motto
Paser Berhati Baik (Paser Buen Kesong);
memberikan kesan rasa kebersamaan untuk terus membangun menuju Paser
Bangkit 2013;
menggambarkan rasa percaya diri, kemauan yang keras dan fokus dalam
mewujudkan visi misi; dan
menggambarkan sikap luwes, toleran, demokratis dan mengedepankan
persatuan serta kepentingan umum dalam pengambilan keputusan dan
kebijakan.
* * * * *
Pada akhirnya, warna memiliki variasi arti bagi sebagian orang yang
sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama, lingkungan
alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan menentukan pesan
utama dan emosi yang ingin disampaikan. Demikian pula dengan warna ungu
yang mempunyai banyak arti melebihi arti dari warna lainnya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yayatehe/mencoba-memahami-makna-ungu_54f386c0745513a22b6c77fb
Teori Brewster yang
pertama kali dikemukakan pada tahun 1831, menyederhanakan warna menjadi 4
kelompok warna yang kemudian disusun dalam lingkaran warna Brewster
(Wijanarko, 2010), yaitu:
Warna primer, warna dasar yang tidak merupakan campuran dari
warna-warna lain. Awalnya, manusia mengira bahwa warna primer terdiri
dari merah, kuning dan hijau namun dalam penelitian lebih lanjut
diketahui bahwa warna primer terdiri dari merah (seperti darah), biru
(seperti langit atau laut) dan kuning (seperti kuning telur).
Warna sekunder, pencampuran warna primer dengan proporsi 1:1.
Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran merah dan kuning, hijau
merupakan hasil campuran biru dan kuning, dan ungu merupakan hasil
campuran merah dan biru.
Warna tersier, pencampuran salah satu warna primer dengan salah satu
warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan merupakan hasil
campuran kuning dan jingga.
Warna netral, pencampuran ketiga warna primer (dasar) dalam proporsi
1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras
di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menjadi hitam.
Dalam wikipedia.org disebutkan bahwa warna ungu sebenarnya telah dikenal
sejak zaman prasejarah. Ungu diproduksi sebagai pewarna mulai
diproduksi pada awal abad 15 SM dengan menggunakan siput laut yang
dikenal siput berduri dye-murex. Proses pembuatannya sangatlah sulit dan
mahal. Ribuan siput tersebut dihancurkan cangkangnya untuk diambil
bekicotnya yang kemudian diekstraksi dan dijemur di bawah sinar matahari
sampai kemudian berwarna ungu. Inilah mengapa kemudian warna ungu
menjadi warna raja, bangsawan, pendeta dan hakim di seluruh Mediterania.
Dari sejarah tersebut kemudian warna ungu diidentikan dengan arti sihir,
misteri, sisi spiritual, bawah sadar, kreativitas, kerajaan (Morton,
2012); kerajaan, bangsawan, kemewahan, kekuasaan, ambisi, kekayaan,
martabat, kemegahan, pengabdian, perdamaian, kebanggaan, misteri,
kemandirian dan sihir (Bourn, 2011); spiritual, misteri, keagungan,
perubahan bentuk, galak, dan arogan (Kusrianto, 2009); dan lebih banyak
arti lain lagi dibandingkan warna lainnya.
Tak heran jika kemudian beberapa perusahaan menggunakan warna ungu
sebagai warna dasarnya. Yahoo! sebagai salah satu merek global
menggunakan warna ungu untuk membangkitkan emosi kekuasaan, keberanian
dan bahkan sedikit misteri untuk mendorong respon kegembiraan dalam
menggunakan layanan online mereka. BenQ sebagai perusahaan teknologi
yang memproduksi monitor, proyektor dan layar lainnya menggunakan warna
ungu dalam logonya untuk menunjukkan unsur kualitas dan mewah. Syfy
sebagai stasiun televisi fiksi ilmiah, menggunakan ungu untuk menegaskan
arti misteri dan sensualitas (Sabin, 2014). Di Indonesia adalah Bank
Muamalat yang terkenal dengan warna ungu sebagai warna perusahaannya.
Ini untuk menegaskan visi menjadi bank syariah utama di Indonesia,
dominan di pasar spiritual, dikagumi di pasar rasional. Perum Percetakan
Uang Republik Indonesia (Peruri) pun memilih warna ungu untuk memberi
makna akan keanggunan yang diharapkan menanamkan jiwa bahwa Perum Peruri
menjadi pencetak sekuriti yang terpercaya dan dapat diandalkan. Dan
tentunya grup band Ungu yang menggunakan kata dan warna ungu dengan
alasan sederhana, agar penggemarnya gampang dan mudah mengingat namanya!
1419657732167811522
1419657732167811522
Namun, sebagaimana warna yang memiliki variasi arti bagi sebagian orang
yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama,
lingkungan alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan
menentukan pesan utama dan emosi yang ingin disampaikan (Daniel Zeevi,
2013). Di Inggris, Italia, Thailand dan Brazil, warna ungu merupakan
warna berkabung atau kematian (Morton, 2012). Dalam agama Kristen, ungu
dikaitkan dengan Advent dan Prapaskah. Suku Asli Amerika mengartikan
ungu mewakili kebijaksanaan, penyembuhan dan rasa syukur. Di Jepang,
ungu menandakan kekayaan dan kekuasaan. Di Ukraina dalam tradisi
mewarnai telur, ungu menandakan iman, kesabaran dan kepercayaan. Di
Mesir, ungu dianggap kebajikan dan keyakinan (Williams, 2008). Di
Indonesia sendiri, persepsi warna ungu dipercaya sebagai warna janda,
karena melambangkan kedukaan dan penderitaan, dan dianggap memberi
pertanda buruk bagi wanita yang memakainya (Astuti, 2013).
Dalam Terapi Warna, deeptrancenow.com mengutip Leonardo da Vinci
menyatakan bahwa kekuatan meditasi akan meningkat sepuluh kali lipat di
bawah sinar lembut ungu seperti yang ditemukan di jendela gereja.
Sementara menurut holisticonline.com, ungu dianggap sebagai warna
getaran tinggi sehingga memiliki kemampuan untuk pemurnian sehingga
sangat baik digunakan saat detoksifikasi dan dapat merangsang aktivitas
vena dalam tubuh yang baik mengurangi sakit kepala. Namun karena
sifatnya yang getaran tinggi, ketika penggunaan warna ungu yang
terlampau berlebihan akan memperburuk depresi karena emosi yang
tertahan, khususnya marah.
* * * * *
Di Kabupaten Paser, penggunaan warna ungu ditetapkan melalui Peraturan
Bupati No. 48 Tahun 2013, Pasal 3, menyatakan warna ungu sebagai bagian
dari Khazanah Lokal Paser diartikan sebagai berikut:
sebagai penambah/pelengkap ragam/corak warna sebelumnya yang telah
menjadi ciri khas daerah Paser dan bukan untuk menghilangkannya;
dapat menginspirasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk
menggunakan warna ungu atau mengkombinasikan dengan warna lainnya dalam
hal kerajinan lokal daerah, pentas seni budaya dan event-event lainnya;
dan
untuk memperindah situasi kantor, mengurangi kejenuhan, kesan
birokrasi yang kaku serta mendororong semangat dan situasi kerja yang
dinamis, warna ungu dapat digunakan atau dikombinasikan dengan warna
putih atas sarana prasaran pada SKPD maupun UPTD di lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Paser, sepanjang tidak bertentangan dengan
ketentuan Peraturan Perundangan diatasnya.
Lebih lanjut kemudian di Pasal 4 dijelaskan bahwa makna warna ungu
adalah :
warna ungu yang tenang, anggun dan hangat mengekspresikan Motto
Paser Berhati Baik (Paser Buen Kesong);
memberikan kesan rasa kebersamaan untuk terus membangun menuju Paser
Bangkit 2013;
menggambarkan rasa percaya diri, kemauan yang keras dan fokus dalam
mewujudkan visi misi; dan
menggambarkan sikap luwes, toleran, demokratis dan mengedepankan
persatuan serta kepentingan umum dalam pengambilan keputusan dan
kebijakan.
* * * * *
Pada akhirnya, warna memiliki variasi arti bagi sebagian orang yang
sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama, lingkungan
alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan menentukan pesan
utama dan emosi yang ingin disampaikan. Demikian pula dengan warna ungu
yang mempunyai banyak arti melebihi arti dari warna lainnya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yayatehe/mencoba-memahami-makna-ungu_54f386c0745513a22b6c77fb
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yayatehe/mencoba-memahami-makna-ungu_54f386c0745513a22b6c77fb
Teori Brewster yang
pertama kali dikemukakan pada tahun 1831, menyederhanakan warna menjadi 4
kelompok warna yang kemudian disusun dalam lingkaran warna Brewster
(Wijanarko, 2010), yaitu:
Warna primer, warna dasar yang tidak merupakan campuran dari
warna-warna lain. Awalnya, manusia mengira bahwa warna primer terdiri
dari merah, kuning dan hijau namun dalam penelitian lebih lanjut
diketahui bahwa warna primer terdiri dari merah (seperti darah), biru
(seperti langit atau laut) dan kuning (seperti kuning telur).
Warna sekunder, pencampuran warna primer dengan proporsi 1:1.
Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran merah dan kuning, hijau
merupakan hasil campuran biru dan kuning, dan ungu merupakan hasil
campuran merah dan biru.
Warna tersier, pencampuran salah satu warna primer dengan salah satu
warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan merupakan hasil
campuran kuning dan jingga.
Warna netral, pencampuran ketiga warna primer (dasar) dalam proporsi
1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras
di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menjadi hitam.
Dalam wikipedia.org disebutkan bahwa warna ungu sebenarnya telah dikenal
sejak zaman prasejarah. Ungu diproduksi sebagai pewarna mulai
diproduksi pada awal abad 15 SM dengan menggunakan siput laut yang
dikenal siput berduri dye-murex. Proses pembuatannya sangatlah sulit dan
mahal. Ribuan siput tersebut dihancurkan cangkangnya untuk diambil
bekicotnya yang kemudian diekstraksi dan dijemur di bawah sinar matahari
sampai kemudian berwarna ungu. Inilah mengapa kemudian warna ungu
menjadi warna raja, bangsawan, pendeta dan hakim di seluruh Mediterania.
Dari sejarah tersebut kemudian warna ungu diidentikan dengan arti sihir,
misteri, sisi spiritual, bawah sadar, kreativitas, kerajaan (Morton,
2012); kerajaan, bangsawan, kemewahan, kekuasaan, ambisi, kekayaan,
martabat, kemegahan, pengabdian, perdamaian, kebanggaan, misteri,
kemandirian dan sihir (Bourn, 2011); spiritual, misteri, keagungan,
perubahan bentuk, galak, dan arogan (Kusrianto, 2009); dan lebih banyak
arti lain lagi dibandingkan warna lainnya.
Tak heran jika kemudian beberapa perusahaan menggunakan warna ungu
sebagai warna dasarnya. Yahoo! sebagai salah satu merek global
menggunakan warna ungu untuk membangkitkan emosi kekuasaan, keberanian
dan bahkan sedikit misteri untuk mendorong respon kegembiraan dalam
menggunakan layanan online mereka. BenQ sebagai perusahaan teknologi
yang memproduksi monitor, proyektor dan layar lainnya menggunakan warna
ungu dalam logonya untuk menunjukkan unsur kualitas dan mewah. Syfy
sebagai stasiun televisi fiksi ilmiah, menggunakan ungu untuk menegaskan
arti misteri dan sensualitas (Sabin, 2014). Di Indonesia adalah Bank
Muamalat yang terkenal dengan warna ungu sebagai warna perusahaannya.
Ini untuk menegaskan visi menjadi bank syariah utama di Indonesia,
dominan di pasar spiritual, dikagumi di pasar rasional. Perum Percetakan
Uang Republik Indonesia (Peruri) pun memilih warna ungu untuk memberi
makna akan keanggunan yang diharapkan menanamkan jiwa bahwa Perum Peruri
menjadi pencetak sekuriti yang terpercaya dan dapat diandalkan. Dan
tentunya grup band Ungu yang menggunakan kata dan warna ungu dengan
alasan sederhana, agar penggemarnya gampang dan mudah mengingat namanya!
1419657732167811522
1419657732167811522
Namun, sebagaimana warna yang memiliki variasi arti bagi sebagian orang
yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama,
lingkungan alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan
menentukan pesan utama dan emosi yang ingin disampaikan (Daniel Zeevi,
2013). Di Inggris, Italia, Thailand dan Brazil, warna ungu merupakan
warna berkabung atau kematian (Morton, 2012). Dalam agama Kristen, ungu
dikaitkan dengan Advent dan Prapaskah. Suku Asli Amerika mengartikan
ungu mewakili kebijaksanaan, penyembuhan dan rasa syukur. Di Jepang,
ungu menandakan kekayaan dan kekuasaan. Di Ukraina dalam tradisi
mewarnai telur, ungu menandakan iman, kesabaran dan kepercayaan. Di
Mesir, ungu dianggap kebajikan dan keyakinan (Williams, 2008). Di
Indonesia sendiri, persepsi warna ungu dipercaya sebagai warna janda,
karena melambangkan kedukaan dan penderitaan, dan dianggap memberi
pertanda buruk bagi wanita yang memakainya (Astuti, 2013).
Dalam Terapi Warna, deeptrancenow.com mengutip Leonardo da Vinci
menyatakan bahwa kekuatan meditasi akan meningkat sepuluh kali lipat di
bawah sinar lembut ungu seperti yang ditemukan di jendela gereja.
Sementara menurut holisticonline.com, ungu dianggap sebagai warna
getaran tinggi sehingga memiliki kemampuan untuk pemurnian sehingga
sangat baik digunakan saat detoksifikasi dan dapat merangsang aktivitas
vena dalam tubuh yang baik mengurangi sakit kepala. Namun karena
sifatnya yang getaran tinggi, ketika penggunaan warna ungu yang
terlampau berlebihan akan memperburuk depresi karena emosi yang
tertahan, khususnya marah.
* * * * *
Di Kabupaten Paser, penggunaan warna ungu ditetapkan melalui Peraturan
Bupati No. 48 Tahun 2013, Pasal 3, menyatakan warna ungu sebagai bagian
dari Khazanah Lokal Paser diartikan sebagai berikut:
sebagai penambah/pelengkap ragam/corak warna sebelumnya yang telah
menjadi ciri khas daerah Paser dan bukan untuk menghilangkannya;
dapat menginspirasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk
menggunakan warna ungu atau mengkombinasikan dengan warna lainnya dalam
hal kerajinan lokal daerah, pentas seni budaya dan event-event lainnya;
dan
untuk memperindah situasi kantor, mengurangi kejenuhan, kesan
birokrasi yang kaku serta mendororong semangat dan situasi kerja yang
dinamis, warna ungu dapat digunakan atau dikombinasikan dengan warna
putih atas sarana prasaran pada SKPD maupun UPTD di lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Paser, sepanjang tidak bertentangan dengan
ketentuan Peraturan Perundangan diatasnya.
Lebih lanjut kemudian di Pasal 4 dijelaskan bahwa makna warna ungu
adalah :
warna ungu yang tenang, anggun dan hangat mengekspresikan Motto
Paser Berhati Baik (Paser Buen Kesong);
memberikan kesan rasa kebersamaan untuk terus membangun menuju Paser
Bangkit 2013;
menggambarkan rasa percaya diri, kemauan yang keras dan fokus dalam
mewujudkan visi misi; dan
menggambarkan sikap luwes, toleran, demokratis dan mengedepankan
persatuan serta kepentingan umum dalam pengambilan keputusan dan
kebijakan.
* * * * *
Pada akhirnya, warna memiliki variasi arti bagi sebagian orang yang
sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, budaya, agama, lingkungan
alam, jenis kelamin, ras dan kebangsaaan, yang akan menentukan pesan
utama dan emosi yang ingin disampaikan. Demikian pula dengan warna ungu
yang mempunyai banyak arti melebihi arti dari warna lainnya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yayatehe/mencoba-memahami-makna-ungu_54f386c0745513a22b6c77fb
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yayatehe/mencoba-memahami-makna-ungu_54f386c0745513a22b6c77fb
Komentar
Posting Komentar